JAMUAN MAKAN MALAM PEMERINTAH KOTA KUPANG BERSAMA PMKRI
Pemerintah Kota Kupang mengadakan jamuan makan malam bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Seluruh Indonesia (PMKRI) bertempat di Restoran, Jumat (20/09) . PMKRI Kota Kupang sebagai tuan rumah Konvensi Studi Nasional. Walikota Kupang Dr. Jefritson R. Riwu Kore, MM.,MH, hadir memberikan sambutan sekaligus untuk membuka Konvensi Studi Nasional yang dihadiri kurang lebih 80 (delapan puluh) orang mahasiswa delegasi dari PMKRI Seluruh Indonesiia. Hadir pula Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMKRI Tomson Silalahi, Pengurus Pusat PMKRI serta Ketua DPC PMKRI Seluruh Indonesia.
Laporan Sekjen PMKRI Tomson Silalahi mengatakan sangat berterima kasih kepada Walikota Kupang atas undangan makan malam. Ini merupakan dukungan kaderisasi bagi prang muda sehingga perlu diberikan dukungan bagi teman-teman sesama aktifis untuk memperbaiki Indonesia secara keseluruhan dan Kota Kupang secara khusus. Doa kami semoga Bapak Walikota dan Ibu yang baru saja ditetapkan sebagai Anggota DPD RI bisa memberikan yang terbaik demi membawa Kota Kupang menjadi tempat yang baik bagi masyarakat. PMKRI dalam kegiatan ini membahas Tema Pembangunan berkelanjutan dalam memperkokoh Ketahanan Nasional menuju Indonesia Emas 2045. Semoga apa yang akan dibahas dapat memberikan kontribusi baik bagi Indonesia khususnya bagi NTT dan lebih khususnya bagi Kota Kupang . Kami juga menyampaikan Selamat kepada Ibu Hilda Riwu Kore Manafe istri dari Bapak Walikota Kupang yang telah ditetapkan oleh KPU RI sebagai Anggota DPD RI periode 2019-2024. “Permohonan maaf dari Ketua Presidium DPP PMKRI Juventus Prima Yoris Kago yang berhalangan Hadir” kata Sekjen PMKRI mengakhiri laporan.
Saat menyampaikan sambutan, Walikota Kupang Dr. Jefritson R. Riwu Kore, MM.,MH memberi apresiasi kepada seluruh delegasi PMKRI yang hadir “Hal yang sangat luar biasa, saya dapat bertemu dengan adek adek PMKRI dari berbagai daerah disini. Suatu kegiatan yang sangat baik dan perlu kita laksanakan setahun sekali. Kegiatan ini adalah wadah terbaik bagi kita untuk membangun kemampuan mental dan kemampuan berpikir dalam berdiskusi dan itu yang paling penting. Saya sangat setuju dan mendukung semua kegiatan seperti ini, apalagi dilaksanakan di Kota Kupang. Kegiatan yang dilakukan oleh Konvensi Studi Nasional bagi para pemuda yang terlibat dalam organisasi. Hal yang paling penting adalah ketika kita kritis kepada Pemerintah atau siapapun, maka harga diri kita harus tetap dijunjung tinggi dan jangan dimanfaatkan oleh orang lain, sehingga kita harus berpikir menggunakan logika dalam menerima informasi, itulah ciri anak muda kita yang akan menjadi pejuang – pejuang bangsa ini dikemudian hari. Saat sekarang mental anda diuji, saat sekarang kita dididik, saat sekarang kita belajar, namun jika sekarang kita gagal maka dikemudian hari kita akan mudah dipengaruhi oleh orang lain dan saya percaya bahwa PMKRI tidak seperti itu. Saya percaya PMKRI adalah suatu organisasi yang menjunjung tinggi nama organisasi secara baik, oleh karena itu saya sangat senang mendukung anak – anak muda kita, mendukung pemuda-pemuda kita untuk menjadikan mereka kuat dalam membangun bangsa ini dikemudian hari. Kami percaya bahwa Konvensi yang akan berakhir dalam beberapa hari kedepan akan mempengaruhi bagaimana kita berpikir, bagaimana kita berjuang serta bagaiamana kita bekerja dikemudian hari dan Konvensi Studi Nasional adalah tempat yang sangat baik untuk kita belajar. Apabila kedepan ada rekomendasi maka berikanlah rekomendasi yang kritis kepada Pemerintah yang memang benar-benar bisa diperjuangkan, yang dilupakan oleh pemerintah, yang bisa membangun bangsa ini. Kami percaya bahwa adik-adik PMKRI akan memberikan rekomendasi yang terbaik, baik buat Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi atau justru bagi bangsa dan negara ini, karena pembangunan Bangsa dan Negara ini ada ditangan kalian semua. Apabila wadah ini berjalan dengan baik maka saya percaya 10 (sepuluh) tahun kedepan, Pemerintahan Bangsa ini ada ditangan kalian yang ada saat ini’’ Kata Walikota Kupang.
Walikota Kupang menghimbau agar menjadi anggota suatu organisasi haruslah menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah belajar untuk menyampaikan pendapat dan berdebat karena disana merupakan tempat untuk belajar mengurangi emosi muda. Seseorang yang akan menjadi Pemimpin adalah seseorang yang bisa menahan emosinya pada saat yang tepat karena belajar pada saat emosi tidak akan membuat kita menjadi seseorang yang sukses. Kita harus menumbuhkan rasa berani dalam mengikuti suatu organisasi dan juga mencari teman untuk saling memberi perhatian kepada kelebihan dan kekurangan teman, serta memiliki sikap saling menghargai dan saling mendukung. Walikota Kupang membenarkan bahwa ia pernah menjadi salah satu ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) saat masih menjadi mahasiswa (Hum@s)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
